Tampilkan postingan dengan label The SMP (Wsb). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The SMP (Wsb). Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

Twitter ...


Twitter yang saya omongin di sini bukanlah twitter jejaring sosial itu. Tapi adalah twitter yang berarti jenis speaker yang berfungsi mengeluarkan suara trebel (icik-icik).
Jadi speaker ada 3 jenis. Yang untuk suara bass namanya Woofer, yang untuk suara trebel namanya Ttwitter dan yang di tengah-tengah namanya Squaker.

Senin, 18 Juli 2011

Undian Teh ABC ...

Peristiwa ini terjadi waktu saya masih SMP. Waktu itu pabrik teh A*C mengadakan undian. Hadiahnya sangat menarik. Ada mobil, motor, uang tunai, dan lain-lain. Kami sangat antusias menyambutnya. Maksudnya kami adalah saya, Pak Lik saya Pak Oyo, Kuat sama Sarno.
Setiap ibuk kulakan teh A*C kami langsung berebut mengambil kuponnya. Menurut informasi yang ada di kupon, pengumuman pemenang akan diumumkan pada tanggal 14 Juli 1987 di harian Kompas.
Saya, Pak Oyo sama Kuat mendapat kupon cukup banyak. Masing-masing mendapat lebih dari 10 kupon undian. Sedangkan Sarno hanya mendapat satu kupon undian.

Senin, 04 Juli 2011

Jepretan Tikus ...


Satu lagi sesuatu yang kelihatan mustahil dalam hubungannya dengan dunia pertikusan.
Suatu hari saya dibilangin oleh Kuat. Dia sebenarnya masih terhitung kakek saya. Tetapi karena umurnya terpaut tidak terlalu jauh maka kami sudah seperti teman saja. Dia bilang bahwa tadi malam pada saat saya tidak ikut berburu tikus (karena nonton wayang kulit), dia dapat dua ekor tikus dalam sekali jepretan (Ingat ! Jebakan tikus jepretan. Bukan yang kurungan). Walaupun kata dia tikusnya masih kecil-kecil. Saya tidak terlalu percaya. Saya pikir dia hanya mengarang atau berbohong saja.
Kemudian pada malam harinya aku kembali ikut berburu. Ya memang waktu itu musim berburu sudah tiba karena populasi tikus di toko sudah terlalu padat. Aku, Kuat sama Sarno bergantian memasang jepretan. Sebentar saja kami tinggalkan sudah terdengar suara: " Jreet !!!". Kalo sudah ada suara itu hampir pasti kami akan mendapatkan tikus. Berulang-ulang kami mendapat tikus. Sudah puluhan jumlahnya. Malam itu juga aku dapat pengalaman cukup unik. Setelah giliranku pasang jebakan dan beberapa waktu kemudian terdengar kembali suara: "Jreet !!!".
Langsung aku bangkit dari kubur  tempat tidur dan berlari mendatangi lokasi jebakan. Waktu lampu aku hidupkan aku baru tahu bahwa Kuat tidak berbohong. Cerita dia pernah dapat dua ekor tikus sekaligus memang mungkin terjadi. Bahkan malam ini aku mengalami yang lebih hebat lagi. Aku dapat 3 ekor tikus sekaligus. Tetapi hanya dua yang terjepit. Yang satu sudah mati di sebelah jebakan dengan kepala berdarah. Sepertinya kepalanya terpukul kawat penjepit yang bertenaga pegas.
Luar biasa sekali bukan. Sekali pukul dengan jepretan tikus dapat tiga ekor.
Setelah kejadian itu aku berpikir dan berusaha memecahkan teori kenapa tiga ekor tikus dapat sekaligus kena dalam satu jepretan. Secara teori jebakan yang berbentuk penjepit hanya mungkin memperoleh 1 ekor tikus sekali jepret.
Akhirnya aku menemukan kemungkinan jawabannya. Sama dengan dalam kasus yang dialami saudara saya. Tiga ekor tikus yang aku peroleh juga ukurannya kecil-kecil. Di ukuran tubuh inilah jawaban teka-tekinya. Rupanya berat tubuh seekor tikus kecil pada saat memakan umpan belum mampu melepaskan batangan penahan jebakan tikus. Baru setelah ada teman-temannya mengerubuti umpan, papan umpan yang berfungsi menahan batangan penahan jepitan lepas dan menjepit tikus-tikus itu. Dalam kasus saudara saya berat 2 ekor tikus sudah bisa membuka penahan jebakan. Sedangkan dalam kasus saya jebakan baru terbuka setelah ditindih oleh 3 ekor tikus.
Case Closed ...

Tikus Pintar ...

Waktu masih SMP saya tinggal terpisah dengan orang tua. Bapak sama ibu tinggal di rumah sedangkan saya tinggal di toko bareng Sarno sama Kuat. Seperti halnya toko-toko sembako yang lain, di toko kami jumlah tikus luar biasa banyak. Maklum saja, kalo malam hari toko sembako ibarat pasar swalayan buat pasukan tikus.
Bagi yang jarang berinteraksi mungkin tidak akan menyangka betapa cerdasnya bangsa tikus. Sebagai salah satu contoh kasus. Kami merasa heran bagaimana sich caranya tikus bisa mengambil telur dari keranjang telur dan membawanya ke sarang mereka? Terdorong oleh rasa penasaran, suatu malam kami mengintai aktifitas para tikuser ini. Kami banyak melihat tingkah polah mereka mencuri berbagai macam makanan. Sebenarnya lucu juga kalo dilihat. Bagaimana kami saksikan ada tikus yang berkomunikasi. Ada tikus yang sepertinya bertingkah laku manja sama tikus lain. Dan lain-lain. Sayang kelakuan mereka itu luar biasa merusak.
Walaupun sudah lama kami tunggu, momen yang kami tunggu belum terjadi. Yaitu bagaimana teknik mereka membawa telur ke sarang. Kami makin penasaran saja. Tapi kesabaran kami akhirnya mulai melihatkan hasil. Malam itu akhirnya kami melihat dua ekor tikus berukuran besar mendekati keranjang telur. Salah satunya mulai memilih-nilih telur sasaran. Setelah sasaran ditentukan apa coba yang mereka lakukan?
Kejadian ini sungguh membuat kami takjub.
Inilah yang mereka lakukan:
Tikus pertama memeluk telur dengan keempat kakinya. Kemudian dia membalikkan badan menelentangkan diri sehingga telurnya berada diatas perut dengan posisi punggung di bawah. Setelah itu tikus kedua menggigit ekor tikus yang pertama. Lalu dengan perlahan-lahan dia seret tubuh temannya yang memeluk telur menuju sarang.
Amazing !!! Luar biasa !!!
Kami speechless dan takjub.
Seandainya pantas, ingin rasanya waktu itu kami bertepuk tangan memberikan applauss kepada tikus-tikus itu ...
Luar biasa bukan. Mungkin saja kalo disekolahkan, mereka bisa lebih pintar dari kita-kita bangsa manusia ...

Rabu, 01 Juni 2011

Dipanggil BP ...

Karena tiap berangkat sekolah harus naik angkutan umum, maka mau tidak mau terlambat masuk sekolah sudah menjadi salah satu resiko.
Suatu hari saya terlambat ke sekolah karena angkutan mogok. Waktu itu saya naik angkutan jenis colt station (orang Wonosobo menyebutnya setesen) Tridathu. Sebenarnya mobil berwarna biru tua ini termasuk ngebut, tapi karena lagi apes ya tetap saja terlambat karena mogok di Ngadiwongso, Kalikajar.
Karena keterlambatan inilah aku dipanggil ke ruangan BP. Dan yang akan menangani kasusku adalah guru paling fenomenal dan paling kontroversial di sekolah kami. Karakternya sekelas Jose Mourinho. Nama beliau adalah KRT. Mujarrob Aroem Koesoema.
Hayoohh ...
Dengar namanya saja kalian sudah berasa pake blangkon dan kebaya kan?
Lalu pengen nyembah-nyembah kan ?
Feodal banget !
Saya menuju ke ruangan BP. Ternyata di sana sudah ada pelanggan sejati dan utama ruangan BP. Namanya Zubaidi, biasa dipanggil Zubed. Dia memang tukang melanggar aturan sekolah. Bengal banget. Gak kalem kayak saya. Akupun duduk di sebelah dia. Lama menunggu sambil duduk mataku jelalatan ke sana kemari. Tiba-tiba mataku menangkap pemandangan menggiurkan. Di atas kotak obat yang menempel di dinding kulihat sebatang (atau sebuah atau seonggok sich) pisang ambon matang berukuran besar.
Waahh ... Kebetulan nich. Tanpa pikir panjang langsung aku ambil pisang itu dan kumakan habis secepat-cepatnya.
Temanku Zubed ga aku kasih. Sorry fren. Di samping memang lagi lapar, kalo mesti membagi dua takut Pak Mujarrob keburu datang.
Pisang habis tepat pada waktunya sesaat sebelum beliau tiba. Kami berdua diinterogasi. Saya ga ingat apa alasan Zubed. Tapi saya sendiri menjawab sekenanya saja. Karena kalau saya saya ungkapkan kejadian yang sebenarnya (mobil mogok) pasti beliau tidak percaya (pengalaman teman-teman sebelumnya) dan malah diejek dan diketawain, makanya saya jawab saya terlambat karena ketiduran dan bangun kesiangan.
Kemudian saya diceramahi. Bagi saya yang penting kasus selesai dan interogasi tidak diperpanjang.
Sayapun dapat mengambil hikmah dari kejadian ini.
Yaitu bahwa pisang ambon berukuran besar bisa buat sarapan pagi.
(Jangan-jangan akibat ulah saya Pak Mujarrob ga jadi minum obat ya ...??? Maafkan saya ya Pak ...)

Pengen Bikin SIM ...

Kejadian yang ini terjadi saat aku sudah kelas 2 SMP. Berarti saya sudah pindah sekolah ke Wonosobo. Bertemu dengan suasana baru, guru-guru baru dan tentunya teman-teman baru. Dalam rentang waktu dua tahun tentunya banyak kejadian-kejadian unik yang aku alami.
Salah satunya adalah ketika aku punya ambisi untuk bikin SIM C. Maksudnya biar kalau pergi kemana-mana naik motor tidak takut ditilang Pak Pulisi. Saya dapat informasi bahwa untuk membuat SIM C waktu itu biayanya adalah Rp. 15.000,-. Jumlah itu cukup besar untuk ukuran saat itu. Dan tentu saja orang tua tidak mau mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk alasan bikin SIM. Akupun mencari akal. Dan .... Ting !!! Solusi ditemukan. Permasalahan keuangan sementara terpecahkan (lagi-lagi kelihatannya ...).
Begini rencana saya waktu itu. Karena untuk berangkat sekolah waktu itu saya harus menggunakan angkutan umum maka saya  mendapat uang saku yang cukup besar waktu itu. Kalau ga salah sekitar Rp. 1.000/hari. Yang 500 buat bayar angkutan dan sisanya untuk beli jajan. Dengan demikian jika saya tidak mengeluarkan biaya-biaya itu selama satu bulan, maka saya akan mendapat dana segar yang diperlukan untuk bikin SIM. Untuk itu maka aku putuskan mulai hari Senin akau akan berangkat sekolah naik sepeda (menggunakan sepeda BMX, berjarak pp 32 km dengan kontur tanah pegunungan yang turun naik cing !!!).
Hari Senin tiba. Saya berangkat dengan tekad membaja. Berangkat dari rumah jam setengah enam pagi. Trek turun Sapuran-Sekunci enteng. Tanjakan Sekunci-Tanjungsari-Segok lancar. Dapat sedikit bonus turunan Segok-Kalikajar-Ngadiwongso. Setelah ini hampir semuanya dari Kalikajar-Kertek-Wonosobo adalah trek menanjak (kecuali sedikit setelah Kertek). Akhirnya sampailah saya di tempat tujuan jam 06.45. Masih cukup pagi rupanya. Semuanya lancar.
Setelah sekolah selesai akupun pulang. Tentu saja masih dengan semangat 45. Tetapi ada bedanya. Waktu berangkat berbekal semangat 45 + stamina fit, sedangkan waktu pulang bekalnya adalah semangat 45 + badan loyo. Tetapi membayangkan akan mendapatkan uang Rp. 1000 dari penghematan untuk membuat SIM akhirnya semangatku tumbuh kembali.
Setengah jam pertama perjalanan semuanya masih oke. Tetapi sampai Kertek (km 8) tubuh rasaya sudah capek sekali. Perjalanan Kertek-Sepuran sudah mulai terasa menyiksa. Sengsara sekali rasanya. Capek, lapar dan haus mengeroyok tubuhku.  Dengan sisa-sisa tenaga aku tetap mengayuh sepeda. Akhirnya aku sampai juga di Sepuran.Seluruh tubuhku luar biasa keletihan. Tenggorokanku kering dan perut keroncongan. Itu karena demi menabung aku tidak jajan sama sekali di sekolah.
Karena gak tahan lagi sebelum pulang ke rumah aku mampir dulu ke penjual es dawet. Saking haus dan laparnya aku beli dawet sampai habis empat gelas plus pisang goreng entah habis berapa potong. Pokoknya uang yang di kantongku ludes. Habis semua
Jadi kesimpulannya, hasil megaproyek-ku  hari itu adalah:
1. Badan pegal-pegal kecapekan
2. Duit yang rencananya mau ditabung habis buat beli dawet, dan
3. Malu diketawain sama ibu (ibu memang sudah kasih nasehat sebelumnya. Tapi aku tetap nekat ...).
Almonia..aaakk !!! Apek lagi ... apek lagi ...
Wok wok ketekur ... Wok wok ketekur ...