Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

SESUAIKAN PERKATAAN & PERBUATANMU


Kisah perihal seorang tokoh yang memberikan ketauladanan tentang kesesuaian antara perkataan dan perbuatan.Semoga bisa kita ambil hikmahnya ... Hasan al-Basri seorang ulama yang dikenal keberaniannya mengingatkan dan menasehati penguasa, suatu hari sedang duduk dirumahnya yang sederhana. Datanglah utusan budak dari kota basrah untuk mengadukan nasib mereka. “Ya Taqiyyuddin, majikan kami memperlakukan kami dengan buruk dan tidak berperikemanusiaan. Kami berharap pada khutbah Jumat yang akan datang Tuan bisa mengangkat permasalah yang kami alami. Supaya para pemilik budak melepaskan budak-budaknya dan tidak memperlakukan mereka dengan kejam.” kata salah seorang dari mereka.
Hasan al Basri menjawab” Insya Allah”.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, sholat jum’at datang silih berganti Hasan Al Basri tak kunjung berkhutbah dan mengeluarkan fatwa yang diminta oleh para budak itu. Para budak penasaran, setiap kali menanykan ke Hasan Al Basri, beliau lebih banyak diam. “Insya alloh”, hanya satu kata itu yang terucap. Tidak lebih.
Hingga suatu ketika pada saat sholat jum’at, barulah kemudian beliau menyinggung tentang keutamaan membebaskan budak, bahwa memerdekakan budak adalah sebuah kebajikan yang sangat besar pahalanya disisi Allah Swt dan dosa bagi mereka yang berbuat kejam terhadapnya. Mendengar fatwa Hasan al Basri, para tuan-tuan tergerak dan dengan segera memerdekakan budak-budak yang mereka miliki
Mengejutkan, peristiwa ini tidak membuat para budak merasa berterima kasih, tetapi mereka malah mengeluh kepada beliau. “Syeh, kenapa anda baru mengeluarkan fatwa itu sekarang? Bukankah kami memintanya sudah cukup lama?”.
Beliau pun menjawab,”Tahukah kalian mengapa aku menunda khutbah Jumatku itu?” ”Wallahualam,” jawab mereka. ”Aku menunda pembicaraanku tentang pembebasan budak, karena aku belum mempunyai uang untuk membeli budak. Setelah Allah SWT mengaruniaku uang untuk membeli budak, maka kemudian aku membebaskannya sesuai dengan tema pembicaraan ke dalam khutbah Jumat itu. Barulah kemudian aku memerintahkan orang lain untuk membebaskan budak mereka. Kaum muslimin akan menyambut seruan Rabbul ’alamin bila mereka melihat pembicaraan dan perbuatan sejalan!”.
Ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat As-Shaff ayat 2 yang artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, kenapa kamu berkata saja tentang kebaikan, tetapi tidak berbuat?”.

*) Kisah Suri Tauladan

TETANGGA

Hormati dan sayangilah tetanggamu. Sesungguhnya mereka adalah salah satu orang yang paling berhak atas kebaikanmu dan akan menjadi pintu sorga buatmu ...
Imam Hasan Al Bashri adalah seorang ulama tabi’in terkemuka di kota Basrah, Irak. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Beliau juga dekat dengan rakyat kecil dan dicintai oleh rakyat kecil.
Imam Hasan Al Bashri memiliki seorang tetangga non muslim. Tetangganya ini memiliki kamar kecil untuk kencing di loteng di atas rumahnya.
Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Air kencing dari kamar kecil tetangganya itu merembes dan menetes ke dalam kamar Imam Hasan Al Bashri. Namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Beliau menyuruh istrinya meletakkan wadah untuk menadahi tetesan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.
Selama dua puluh tahun hal itu berlangsung dan Imam Hasan Al Bashri tidak membicarakan atau memberitahukan hal itu kepada tetangganya sama sekali. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW. “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya.”
Suatu hari Imam Hasan Al Bashri sakit. Tetangganya yang non muslim itu datang ke rumahnya menjenguk. Ia merasa aneh melihat ada air menetes dari atas di dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama tetesan air yang terkumpul dalam wadah. Ternyata air kencing. Tetangganya itu langsung mengerti bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang ia buat di atas loteng rumahnya. Dan yang membuatnya bertambah heran kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak bilang padanya.
“Imam, sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ini ?” tanya si Tetangga.
Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau tidak mau membuat tetangganya merasa tidak enak. Namun …
“Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ? Jika tidak kau katakan maka kami akan sangat tidak enak,” desak tetangganya.
“Sejak dua puluh tahun yang lalu,” jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.
“Kenapa kau tidak memberitahuku ?”
“Nabi mengajarkan untuk memuliakan tetangga, Beliau bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya !”
Seketika itu si Tetangga langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.

*) Kisah Suri Tauladan

KEBEBASAN BERAGAMA

Suatu saat di Madinah seorang sahabat Nabi yg baru saja memeluk agama Islam menyuruh anak-anaknya yang beragama Nasrani agar mengikutinya menjadi muslim. Mereka menolak. Diapun marah dan mengadukan permasalahan ini kpd Rasulullah dan bermaksud memaksa anak2nya menjadi muslim. Jawaban Rasulullah "Tidak ada paksaan dalam beragama ... dst" (Wow kuereeen ...).

*) Kisah Suri Tauladan