Tampilkan postingan dengan label The Omah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Omah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Werkudoro dan Janoko ...

Minggu kemarin aku main ke Jogja. Tentu saja hukumnya setengah wajib untuk mampir ke Malioboro. Di sebuah lapak aku tertarik sama sebuah kaos bermotif batik bergambar tokoh wayang Werkudoro (Bima).
Aku dekati penjualnya. Ini dialog kami:
"Mbak kaos yang ini berapa?"
"Yang itu 30 ribu mas.".
"Yang ukuran L ada ga mbak?".
Setelah mencari-cari mbaknya menjawab:
"Wah mas, yang gambar Werkudoro ukuran L-nya habis. Yang ini saja mas, gambar Janoko (Arjuna)".
Jawabku:
"Ga ah mbak. Terlalu mirip. Takut dibilang narsis. Masa pakai kaos gambarnya diri sendiri".
Mbaknya tersenyum kecut. Ibu, istri sama adikku tertawa terpingkal-pingkal ...

Dicekik ...

Pernah suatu hari waktu tidur semalaman leherku rasanya seperti dicekik oleh sesuatu yang tidak terlihat. Paginya baru sadar bahwa itu akibat aku pakai kaus dalamnya terbalik. Yang ada capnya ternyata ada di depan.

Kamis, 29 September 2011

Kereta Api Terakhir ...

Bulan Oktober Tahun 2008 saya pergi ke Surabaya untuk sebuah urusan. Urusan yang rencananya selesai sehari ternyata baru selesai setelah 2 hari.
Setelah urusan selesai aku buru-buru pergi ke stasiun *******. Ternyata nasibku belum mujur. Malam itu adalah malam yang sibuk. Seluruh tiket kereta jurusan Jakarta sudah ludes terjual. Melalui pengeras suara kepada para penumpang dihimbau untuk naik bus sebagai alternatif pergi ke Jakarta. Kebanyakan penumpang langsung nuruti perintah dan pergi ke Terminal Bungurasih.
Tapi waahhh ... Kalo mesti naik bus saya benar-benar merasa keberatan. Rasanya kapok karena badan pegal-pegal dan kaki bengkak. Makanya aku ga mau nurutin himbauan untuk naik bus. Aku masih mencari akal bagaimana caranya bisa naik kereta api terakhir ini. Loket masuk dijaga oleh petugas dan untuk masuk ke area peron harus menunjukkan tiket.

Minggu, 11 September 2011

Motor Ilang ...

Suatu pagi sewaktu masih tugas di Surabaya saya pergi mancing ke sebuah sungai. Saya berangkat pagi-pagi benar. Mungkin sekitar jam 06.30 karena hari masih cukup gelap. Waktu itu aku bawa motor dan motor aku parkir di bawah sebuah pohon asem.

Senin, 29 Agustus 2011

Ketupat Kacer ...

Setiap datang Idul Fitri saya selalu ingat sama salah satu hewan peliharaan saya. Yaitu seekor burung Kacer. Burung itu aku beli dengan harga agak murah karena belum terlalu pandai berkicau. Tetapi setelah cukup lama aku pelihara akhirnya burung kacerku pandai berkicau juga.

Minggu, 28 Agustus 2011

Pawang Hujan Khusus Kotaku ...

Ada suatu fenomena unik yang berlaku di kotaku di Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah. Sepertinya kota ini ada sejenis kekuatan yang tak terlihat. Orang sini bilang danyange Sapuran.

Cerita Lain Tentang Sandal ...

Biasanya cerita sandal bila dihubungkan sama masjid akan selalu menghasilkan kisah agung dan kolosal mengenai sandal jepit yang raib atau tertukar. Tetapi untuk kali ini saya memperoleh cerita lain.

Jumat, 26 Agustus 2011

Berapa Pentium ...

Satu lagi saudaraku yang gagap masalah komputer (buta malahan ...). Kali ini dia (cewek) minta dibeliin komputer. Anaknya yang sudah kelas 4 SD minta dibelikan komputer untuk ngerjain tugas-tugas sekolahan.
Kata dia begini:
"Tolong anakku dibelikan komputer ya ..."
"Komputernya yang spec-nya seperti apa ..."

Kamis, 25 Agustus 2011

Merakit Komputer ...

Ada keponakanku yang nampaknya masih buta sama sekali masalah komputer. Jelas-jelas lebih buta dari pada aku. Suatu saat dia minta dibelikan seperangkat komputer sama aku.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Menjaga Perasaan ...

Di dekat rumah saya di Pondok Kelapa ada tukang potong rambut yang sangat ngetop di kawasan Pondok Kelapa. Namanya pangkas rambut "MEGA". Hasil potongannya bagus dan tarifnya sangat murah. Rp. 8.000,- untuk dewasa dan Rp. 7.000,- untuk anak-anak.

Kamis, 11 Agustus 2011

Ikut Geregetan ...

Suatu malam saya sama istri lihat acara program undian promo dari Batavia Air. Grand prizenya adalah uang tunai senilai 50 juta rupiah. Waktu itu nilai uang 50 juta masih sangat besar (sekarangpun masih besar juga sich ...).
Program itu disiarkan secara live di SCTV dan mc-nya adalah Anya Dwinov.

Senin, 08 Agustus 2011

Mental Pelayanan ...

Beberapa hari yang lalu aku beli peralatan listrik di sebuah toko. Sebenarnya agak males juga belanja di situ. Penjaga tokonya ga ramah. Tapi karena toko itu paling dekat sama rumah ya mau gak mau kalo ada keperluan mendadak tetap saja kesitu.

Senin, 25 Juli 2011

Sinetron Para Pencari Tuhan ...


Cerita ini terjadi pas aku mudik ke Wonosobo. Masih dalam suasana bulan Ramadhan.
Sehabis buka puasa aku, istri sama adikku nonton sinetron Para Pencari Tuhan. Menurutku ini adalah satu-satunya sinetron yang tersisa yang masih bisa ditonton di tengah serbuan sinetron-sinetron yang kebanyakan berkategori "Tiada Mutu Tanpa Guna".

Sabtu, 16 Juli 2011

Banjir Darah ...

Suatu hari di perjalanan mudik dari Surabaya ke Wonosobo kami mengalami kemacetan yang sangat parah. Ini saya alami di daerah Sragen. Dari para pengendara arah sebaliknya kami peroleh informasi bahwa penyebab kemacetan adalah sebuah kecelakaan. Ada truk barang bertabrakan dengan Daihatsu Feroza.
Mobil kami perlahan-lahan berjalan. Semakin lama semakin dekat ke tempat kecelakaan terjadi.
Ketika posisi kecelakaan tinggal berjarak tiga mobil, saya melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Di lokasi kecelakaan terlihat terjadi banjir darah di mana-mana. Juga kelihatan seperti serpihan-serpihan daging berserakan. Saya tidak mengira kejadiannya separah ini.

Jumat, 15 Juli 2011

Interaksiku Dengan Artis - Mrs. X ...

Menurut saya, ini adalah cerita yang paling menarik.
Suatu hari di depan rumahku ada taksi mondar-mandir berkali-kali mencari alamat. Mungkin karena sudah tidak sabar akhirnya penumpangnya turun. Ternyata penumpangnya cewek dan cantik banget. Rasa-rasanya saya sama istri mengenali wajahnya. Rupanya karena terus-menerus menelepon sampai-sampai dia kehabisan pulsa. Diapun mampir ke counter pulsaku untuk membeli pulsa. Mentari 50 ribu.

Interaksiku Dengan Artis - Cut Tari ...


Pada saat adiknya meninggal saya diundang untuk ikut selamatan di rumah Cut Tari. Kalo ga salah dua atau tiga kalian. Ibuknya Cut Tari dan keluarganya di komplek dikenal baik. Ramah dan biasa saja bergaul dengan tetangga.
Sayangnya doi kena kasus yang "itu". Kasihan saya sama dia dan keluarganya.
Eh ... Ngomong-ngomong Cut Tari pernah beli pulsa di counter pulsaku loh.
Ini nomor telepon do'i : 0813 1932 sekian sekian sekian sekian ...
Silahkan dihubungi ...

Interaksiku Dengan Artis - Pemain Sinetron PPT & Johannes Subrata ...


Kalau Jumatan biasanya kami selalu bertemu.
Soalnya biasanya kami datang sholat Jumat agak telat. Jadi duduknya dapat paling belakang ...

Interaksiku Dengan Artis - Deddy Mizwar ...


Saya dan Deddy Mizwar biasa cukur/potong rambut di tempat yang sama. Dan yang lebih istimewa lagi adalah siapa yang mencukur rambut kami.
Siapakah diaaaa .... ????
Tukang cukur Deddy Mizwar, aku sama anakku yang cowok adalah orang yang sama. Dan dia adalah suaminya karyawati yang bekerja di counter pulsaku ...

Selasa, 12 Juli 2011

Puncak ...

Pernah saudara saya yang masih terhitung pak lik berkunjung ke rumahku di Jakarta. Dia bermaksud menginap beberapa hari di rumahku. Dia bilang pengen diantar ke Puncak. Dia penasaran mau  melihat Puncak yang begitu termashyur.
Pada hari Sabtunya kuantar dia ke Puncak. Hitung-hitung sekalian liburan keluarga. Kami berangkat pagi-pagi agar tidak macet.
Sekitar satu setengah jam kemudian kami tiba di Puncak. Dan saya berhenti di Puncak Pass untuk menikmati segarnya udara pegunungan dan mencicipi beberapa makanan dan minuman penghangat badan.
Pagi itu kulihat tampang saudaraku itu masgul. Terlihat kekecewaan di mukanya.

Jumat, 08 Juli 2011

Pak Gimbal ...

Ini adalah kisah tentang seorang sopir angkutan jurusan Wonosobo-Purworejo. Angkutan ini merupakan kendaraan berbentuk bus berukuran mini. Kami biasa menyebutnya mikro.
Saya tidak tahu Pak Gimbal itu nama asli atau hanya julukan saja. Rambutnya juga tidak gimbal seperti Bob Marley atau mBah Surip. Tampang, kumis sama rambutnya persis seperti Sam Bimbo.
Melihat tampang dan perawakannya, orang akan berpikir bahwa dia adalah tukang kebut-kebutan. Tetapi ternyata bukan itu yang membuat dia terkenal. Dia terkenal justru karena cara nyopirnya yang lambat, tukang ngetem dan telaten sekali mencari penumpang. Biar kata penumpang di kejauhan masih kelihatan sebesar batang pentol korek api, dia akan dengan sabar menunggunya. Anak-anak sekolah, termasuk adik-adikku paling anti naik angkutan yang satu ini.
Suatu hari saya bertiga dengan adik-adik saya yaitu Iis dan Indra (Hesti) disuruh ibu membeli tape merk SIMBA  untuk adik bungsu saya Hendrat. Kami membelinya di toko "SINAR". Sehabis membeli tape kami mencari angkutan di depan toko roti "VARIA".
Peruntungan kami waktu itu rupanya sedang kurang baik. Yang ada di sana ternyata mobil angkutan punya Pak Gimbal. Adik-adik saya ga mau naik. Tapi saya ga enak karena kenal sama dia dan diapun sudah melihat kami. Akhirnya kami terpaksa naik. Rupanya Pak Gimbal bisa membaca gelagat bahwa kami naik angkutannya karena terpaksa.
Mungkin untuk membalas dendam dan melehke (menyindir) adik-adik saya, dia segera mengajak kernetnya berangkat. Tidak seperti biasanya. Mobilnya langsung tancap gas, ngebut dan tidak pernah ngetem mencari penumpang. Mobilnya hanya berhenti kalo ada penumpang naik atau turun saja. Bahkan sampai di Kertek, di mana biasanya semua angkutan berhenti untuk ngetem dan mencari penumpang, dia tetap langsung bablas. Pokoknya ngebut terus seolah-olah mau beraksi dan memberikan bukti sama kami, bahwa diapun bisa sama dengan angkutan-angkutan lainnya.
Nah ... Saking ngebutnya itu (atau mungkin karena tidak terbiasa ngebut), sampai-sampai waktu menurunkan penumpang di Kalikajar kernetnya ketinggalan. Dia baru menyadarinya setelah sampai di Tanjungsari. Ternyata asisiten dia tukang tarik ongkos angkutan sudah tidak ada. Akhirnya terpaksa dia memperlambat laju kendaraannya. Dia berharap kernetnya numpang angkutan di belakangnya. Benar saja. Beberapa menit kemudian ada mikro lain yang menyusul dengan membawa kernetnya. Lalu diapun melaju dengan kencangnya menuju Sepuran. Setelah sampai kami turun di depan Pasar Sapuran. Dari spion kulihat tampang Pak Gimbal puas dan bangga karena sudah berhasil ngebut waktu membawa kami tadi.
Dari depan pasar kami berjalan kaki menuju rumah makan "TENDA BIRU". Di sana ibu dan adikku sudah menunggu kami ...