Tampilkan postingan dengan label POJOK RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POJOK RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Kunci Kehidupan ...

Tidak minder di hadapan orang yang lebih kaya ...
Tidak menganggap rendah orang yang lebih miskin ...
Dan tak merasa lebih baik dari orang lain ...
Siapapun itu, sesungguhnya dia telah memenangi kehidupan ...
Jika kebahagiaan hidup diibaratkan selembar daun pintu ...
Maka orang-orang seperti inilah pemilik kunci pembukanya ...

Selasa, 20 Agustus 2013

Konyol ...

Tingkah polah dan ritual konyol pemeluk agama tertentu akan muncul dan terlihat jika dia dalam kondisi mayoritas ...
Fenomena di semua negara ...

Penembakan ...

Penembakan rumah mewah PNS/Polisi dengan liputan media berpotensi mendukung pemberantasan KKN.
Saya curiga ini adalah operasi intelejen Komisi Pemberantasan Korupsi ...

Militer ...

Tiga militer yang mendapat izin dari Amerika Serikat untuk menembak warga sipil adalah:
1. Tentara Israel,
2. Tentara Mesir, dan
3. Tentara mereka sendiri ...

Rabu, 10 Juli 2013

"Renungan Ramadhan Seorang Awam" = Bermacam Sifat Teman ...


"Renungan Ramadhan Seorang Awam"
Berdasarkan Kisah Nyata
Bermacam Sifat Teman (Bagian I)
Demikian beragam Tuhan menciptakan sifat manusia. Mungkin itu semua agar kita bisa memetik sebuah pelajaran darinya. Seperti pengalaman yang kualami ketika berteman dengan dua orang yang berbeda sifat.
Di satu sisi aku berteman dengan seseorang yang menurut penilaian dia sendiri dia dan keluarganya adalah calon penghuni sorga. Menyebut suaminya dengan julukan malaikat dan anak-anaknya dengan sebutan bidadari. Selalu menceritakan tentang cara hidupnya seolah-olah pola hidupnya adalah contoh terbaik yang harus diteladani orang lain. Mencontohkan kesederhanaan di rumahnya yang tergolong mewah. Menyebut suaminya yang prestasinya biasa-biasa saja laiknya membicarakan seorang sahabat Nabi.
Di sisi lain aku mengenal seseorang yang demikian rendah hati dan tak menyadari betapa keluarganya adalah kumpulan orang-orang hebat yang patut dibanggakan. Dia, istri dan dua putrinya yang masih SD sudah menulis buku yang diterbitkan dan dijual secara nasional. Kabarnya putri bungsunya akan segera menyusul. Begitu rendah hatinya dia hingga kadang-kadang masih menghubungi aku untuk sekedar menanyakan bagaimana membuat prolog yang bagus untuk sebuah tulisan.
Kesederhanaan hidupnya tak usah dipertanyakan lagi. Dia tak pernah menceritakannya hingga hanya sahabat-sahabat terdekatnya saja yang tahu. Beruntung sekali aku adalah salah satu darinya. Dalam sebuah kesempatan dia pernah berkata: "Sepanjang masih ada sebutir telur untuk anakku, aku merasa hidupku sudah aman. Aku dan istriku biasa makan dengan lauk kecap dan krupuk ...".
(Bersambung ...)

Rabu, 22 Mei 2013

Nalar ...

Meyakini diri sendiri paling benar sama buruknya dengan meyakini orang lain pasti salah.
Keduanya sama buruknya. Mematikan hati dan nalar kita ...

Rabu, 24 April 2013

Hatri Kartini ...

Umar bin Khattab, Kalifah paling terkenal, salah satu dr 100 tokoh plg berpengaruh di dunia menurut Michael H. Hart, seorang sahabat Nabi yg dikenal ketegasannya dlm menegakkan kebenaran yg bahkan setanpun menyingkir ketakutan jika dia melintas, rela dan ridho menerima omelan dari istrinya.
Menurut penuturan Umar pada rakyatnya yg mengadukan kecerewetan istrinya kepada Amirul Mukimin:

”Saudaraku, sesungguhnya aku rela menanggung perlakuan seperti itu dari istriku karena adanya beberapa hak yang ada padanya.
Istriku bertindak sebagai juru masak makananku.
Ia selalu membuatkan roti untukku.
Ia selalu mencucikan pakaian-pakaianku.
Ia menyusui anak-anakku, padahal semua itu bukan kewajibannya.
Aku cukup tentram tidak melakukan perkara haram lantaran pelayanan istriku, karena itu aku menerimanya sekalipun dimarahi”.
Rasulullah S.A.W bersabda :
Artinya : “ Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun”.
"SELAMAT HARI KARTINI WANITA-WANITA INDONESIA"

Jumat, 15 Februari 2013

Keadilan ...


Jika di Indonesia ini sudah tak ada lagi keadilan, di mana lagi kita bisa mencarinya?
Mari aku tunjukkan tempatnya kawan. Kita bisa menemukan keadilan dengan mudah di negeri ini. Tempatnya ada di sila keempat dasar negara kita, Pancasila ...

Minggu, 28 Oktober 2012

Ibu ...

Seandainya aku diberi tiga lembar tiket ke surga, maka lembar pertama pastilah aku persembahkan buat ibundaku ...
Biar beliau yang pertama-tama masuk surga ...
Lembar kedua juga akan kuberikan kepada beliau, buat jaga-jaga kalau tiket pertama hilang atau tidak berlaku ...
Begitu juga dengan lembar ketiga ...
Tiket itu juga akan kuberikan kepada beliau agar beliau bisa memilih siapa teman yang ingin beliau ajak ke surga ...
Tapi aku yakin seyakin-yakinnya bahwa beliau tak mau menerimanya ...

Jumat, 07 September 2012

Bahagia Setiap Hari ...

Bila datang hari Jumát aku senang karena aku akan bertemu kawan-kawanku di masjid ...
Bila datang hari Sabtu aku senang karena paginya aku bisa sarapan bubur ayam kesukaanku ...
Bila Minggu tiba aku suka karena aku akan berkumpul seharian dengan anak dan istriku ...
Bila hari Senin datang aku senang karena akan bertemu sahabat-sahabatku di kantor ...
Bila Selasa hadir aku suka karena hari itu aku memakai batik ...
Bila hari Rabu tiba aku suka karena aku bisa menonton acara televisi kesukaanku ...
Bila Kamis menyambangi aku suka karena hari itu aku bebas memakai baju kesukaanku ...

Selasa, 24 Juli 2012

Puasa 10 ...

Umat Islam setiap tahun telah diberi kesempatan selama satu bulan penuh untuk mengurangi konsumsi agar bisa menabung dan mengurangi makanan yang tidak sehat. Tetapi sayangnya sangat jarang yang memanfaatkannya. Bulan Ramadhan seharusnya membuat keuangan dan kesehatan umat Islam membaik. Bukannya bangkrut dan kolesterol naik setiap lebaran tiba ...

Senin, 18 Juni 2012

Koreksi Diri ...

Kadang-kadang atau malahan sering tanpa terasa kita melakukan penilaian, kritik atau malah lebih mengarah ke mencela seseorang yang kedudukannya jauh lebih tinggi dari kita. Misalnya kita mencela tokoh agama lain. Padahal jelas sekali seseorang yang ditakdirkan untuk membawa ajaran agama tertentu ke muka bumi pastilah bukan orang sembarangan. Orang itu tentunya adalah seseorang yang benar-benar terpilih di antara umat manusia lainnya sehingga sebagai manusia kebanyakan kita tidak dalam posisi atau kapasitas untuk menilai segala ajaran, tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang besar itu. Orang-orang besar yang juga dikarunia jiwa besar.
Hanya orang-orang besar yang layak menilai orang besar lainnya. Masalahnya, mana ada orang besar yang punya kebiasaan menilai, mengkritik apalagi sampai mencela orang lain. Saya yakin, jika mereka sempat dipertemukan atau hidup pada jaman yang sama, mereka malah akan saling memuji dan saling menghormati. Karena sifat menilai, mengkritik dan mencela hanyalah kebiasaan orang-orang kecil yang berjiwa kecil pula ...

Senin, 23 April 2012

Emansipasi Kebablasen ...

Belakangan ini terasa semakin sulit menemukan makna baru dari Hari Kartini. Hanya kalangan anak-anak yang masih bisa merasakan sepenuhnya aura datangnya Hari Kartini melalui pawai, arak-arakan, karnaval ataupun lomba mengenakan kebaya. Memang demikianlah suasana yang akan terjadi jika sebuah proyek sudah selesai. Ibarat perhelatan even olahraga antar bangsa, euforia dan hingar bingar akan usai jika tuan rumah sudah berhasil menjadi juara umum. Atau seperti sebuah pesta pernikahan. Kemeriahan akan terhenti begitu pasangan pengantin sudah resmi menjadi suami istri dan para pengunjung selesai memberikan ucapan selamat. Pesta usai begitu tujuan utama tercapai. Para pelaku utama pergi. Para tokoh penting kembali ke rutinitas masing-masing meninggalkan pekerjaan besar buat para pegawai administrasi rendahan dan petugas kebersihan.
Begitu juga dengan cita-cita Ibu Kartini di tanah air. Tidak ada lagi perbedaan peran antara kaum pria dan kaum wanita di tanah air. Para pria di tanah air sudah terbiasa dipimpin oleh tulang rusuknya sendiri. Wanita sudah merambah semua jenis pekerjaan. Tentara wanita ada. Polisi wanita banyak dan malahan belakangan  ini keberadaan mereka lebih ngetop dari pada polisi laki-laki. Jenderal wanita ada. Bupati wanita ada. Gubernur wanita juga ada. Bahkan presiden wanitapun juga sudah ada.
Pemulung wanita ada. Pengemis wanita bejibun. Tukang sunat wanita ada. Bahkan profesi macho semacam sopir angkot, kondektur, tukang tambal ban, tukang parkir sampai tukang ojekpun tak luput dari sentuhan lembut tangan kaum hawa.
Jika masih hidup mungkin Ibu Kartini akan tersenyum atau malahan tertawa terbahak-bahak melihat cita-citanya berhasil menjadi kenyataan melebihi ekspektasi.
Akan tetapi sungguh sangat disayangkan dia juga akan segera jatuh dalam kesedihan berlinang air mata ketika mendapati kenyataan bahwa emansipasi juga melanda bidang yang tak pernah dia harapkan. Emansipasi yang diwakili oleh Melinda Dee, Angelina Sondakh, Miranda Gultom, Nunun Nurbaeti, dan lain-lain. Keadaan yang bisa mengubah judul buku hasil karyanya menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang Kemudian Gelap Lagi ".
Tapi Ibu tidak perlu berputus asa. Jangan bersedih Bu. Kita masih punya harapan. Masih ada jutaan perempuan Indonesia lainnya yang berhasil memenuhi harapanmu ...
Selamat Hari Kartini Indonesia. 
.
Wallahu 'Alam Bishawab.

Senin, 09 April 2012

Wang Sinawang ...

Ada dua kelompok manusia yang berpikir berbeda tentang dunia ini.
Kelompok pertama adalah kelompok orang yang merasa sial. Baginya kehidupan orang lain yang penghasilannya 2 jt akan jauh lebih enak daripada hidupnya sendiri yang hanya berpenghasilan 1 jt, yang gajinya 2 jt merasa hidupnya akan lebih enak jika gajinya 5 jt, yang 5 jt ingin 10 jt, yang 10 juta ingin 100 jt.
Kelompok kedua adalah kelompok orang merasa beruntung. Yang berpenghasilan 100 jt bersyukur dibanding yang berpenghasilan 10 jt. Yg gajinya 10 jt merasa beruntung dibanding yg 5 jt. Yang 5jt merasa beruntung dibanding yg 2 jt. Yg 2 jt tetap bersyukur dibanding yg 1 jt.
Secara ekonomi mereka terdiri orang yang sama. Tetapi pengambilan sikap mereka membuat kehidupan mereka bertolak belakang.
Yang satu merasa kekurangan dan hidupnya tidak bahagia.
Yang lain selalu merasa berkecukupan dan bisa hidup tenteram.
Mau ikut kelompok yang mana semua terserah kita sendiri ...

Selasa, 03 April 2012

Harga Bensin Seharusnya Rp. 9000,- ...



Pemerintah batal menaikkan  harga BBM jenis premium dari Rp. 4.500,- menjadi Rp. 6.000,-. Walaupun sifatnya hanya menunda tetapi sungguh sangat disayangkan. Karena akan lebih bayak lagi dana yang terbuang percuma untuk membiayai subsidi BBM yang tidak tepat sasaran karena kebanyakan justru dinikmati oleh kalangan berada.
Saya termasuk orang yang menilai bahwa Pemerintah melakukan kesalahan jika harga premium dinaikkan menjadi Rp. 6.000,-. Karena seharusnya harga premium untuk kendaraan pribadi idealnya adalah Rp. 9.000,-. Jadi kalau dengan menaikkan harga premium menjadi Rp. 6.000,- pemerintah akan menghemat biaya subsidi sebesar Rp. 48 trilyun, maka dengan menaikkan harga premium menjadi Rp. 9.000,- dana subsidi yang dihemat dapat mencapai angka Rp. 100 trilyun. Bahkan pemerintah masih akan mendapat tambahan pemasukan dari setoran laba Pertamina karena dengan harga Rp. 9.000,- Pertamina akan meraup laba besar.
Lalu bagaimana dengan nasib rakyat miskin, para petani kecil, kaum buruh, nelayan, sopir angkot, dan lain-lain. Itu masalah yang mudah sekali diatasi. Bukankah pemerintah memiliki dana segar sebesar Rp. 100 trilyun? Banyak sekali yang bisa dilakukan dengan uang sebanyak itu.
Kita kupas satu per satu:
1. Masalah Pendidikan.
* Pemerintah bisa langsung menerapkan Wajib Belajar 12 tahun dan tentunya gratis mulai tahun depan.
* Jumlah beasiswa untuk mahasiswa miskin dan mahasiswa berprestasi bisa ditingkatkan.
* Masalah pendidikan selesai.
2. Masalah Transportasi.
* Harga jual BBM untuk kendaraan berplat kuning dan nelayan ditetapkan sebesar Rp. 3.000,-. Dengan demikian biaya transportasi untuk anak sekolah, buruh, karyawan, rakyat miskin dan ongkos angkut untuk sayur-mayur, tangkapan laut, produk pertanian, produksi pabrik dan lain-lain turun drastis.
Lalu bagaimana kalau sopir angkot bukannya cari penumpang tapi malah jualan bensin? Beli bensin sebanyak- Rp. 3.000,- dijual Rp. 8.000,- (di bawah harga pasar). Untung Rp. 5.000,- per liter tanpa keluar keringat daripada capek-capek narik cari penumpang. Lumayan kan ?
Gampang diatasi!
Mengontrol jumlah pembelian bensin.
Buat sistem terkoneksi antar SPBU khusus untuk pengawasan pembelian bensin oleh angkutan umum. Basis datanya adalah nomor plat. Jadi setiap melakukan pembelian, maka petugas SPBU harus merekam plat nomor beserta jumlah liter pembeliannya. Jadi setiap melakukan pembelian, akan diketahui jatah bensin yang masih bisa dibeli.
Misalnya jatah untuk satu mobil angkot per hari adalah 100 liter, maka jika angkot itu telah melakukan pengisian di SPBU A sebanyak 60 liter, maka jatah maksimal pembelian BBM di SPBU berikutnya tinggal 40 liter. Ini bisa dilihat melalui sebuah sistem online (software semacam ini sangat sederhana dan membuatnya adalah pekerjaan ringan bagi seorang programmer). Program ini juga otomatis akan memaksa SPBU melakukan kontrol ketat dalam penjualan BBM bersubsidi agar tidak mengalami kerugian.
Bagaimana mencegah sopir angkot menjadi penjual bensin daripada menarik angkot?
Bisa diatasi dengan teknologi barcode seperti yang lazim dipergunakan di supermarket. Untuk memastikan bahwa sopir angkot mengoperasikan mobil angkotnya,  di setiap atap mobil angkot di buat barcode. Mesin pembaca barcode diletakkan di atas pintu gerbang setiap terminal.
Sebagai contoh sebuah mobil angkot jurusan Senen-Kampung Melayu dengan kode barcode untuk nomor plat B 1234 AK. Setiap keluar masuk terminal Senen dan terminal Kampung Melayu maka secara otomatis mesin akan membacanya dan memberitahukan ke sistem bahwa angkot dengan nomor tersebut telah melintas. Jumlah kewajiban trayek disesuaikan dengan jatah bensin. Misalnya angkot dengan jatah bensin 100 liter maka dia wajib bolak-balik Senen-Kampung Melayu sebanyak 4 kali (8 kali perjalanan).
Bagaimana jika angkot mogok?
Ada toleransi tertentu bahwa sebuah angkot boleh mogok berapa kali dalam sebulan. Misalnya batasnya adalah 2 kali sebulan.
Lalu bagaimana jika angkot benar-benar mogok lebih dari 2 kali sebulan?
Itu adalah sebuah sinyal positif bahwa angkot tersebut sudah selayaknya diganti atau dijadikan besi tua.
3. Masalah Pertanian
Dana subsidi untuk pupuk dan pengadaan bibit unggul ditingkatkan. Ini akan mengangkat daya saing produk pertanian Indonesia. Nasib petani akan terangkat. Kesejahteraan yang meningkat membuat mereka dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan meningkat berarti kemampuan meningkat. Anak-anak petani akan menjadi orang-orang pintar yang mampu membuka lapangan kerja. Pengangguran berkurang. Angka kriminalitas turun. Daya beli rakyat akan meningkat dan mereka akan mampu membeli barang-barang yang diproduksi oleh pabrik. Permintaan yang meningkat akan membuat pabrik meningkatkan produksi. Peningkatan produksi berarti membutuhkan lebih banyak tenaga kerja baru. Semua TKI di luar negeri ditarik kembali ke Indonesia. Justru tenaga kerja dari luar negeri yang akhirnya masuk ke Indonesia. Martabat Indonesia naik.
4. Kemacetan dan Polusi
Saya contohkan untuk kasus kota yang katanya paling rumit dan kompleks, yaitu Jakarta.
Mahalnya harga premium untuk kendaraan pribadi ditambah ongkos angkutan kendaraan yang sangat terjangkau  membuat paling tidak 50 persen kendaraan pribadi menghilang  dari jalanan. Yang tersisa hanya mobil dan motor milik orang-orang kaya yang mampu membeli premium dan punya hak lebih karena mereka membayar pajak lebih tinggi dan orang-orang sok kaya yang juga punya hak, yaitu hak mendapat hukuman berupa kekurangan uang dan hidup pontang-panting  karena nekat membeli bensin berharga mahal.
Jalanan lancar, pengiriman barang cepat dan tepat waktu membuat daya saing barang-barang dari Indonesia dapat bersaing di pasar internasional. Ekspor meningkat. Devisa masuk dalam jumlah besar. Polusi berkurang dalam jumlah yang tidak diperkirakan sebelumnya membuat udara Jakarta tiba-tiba bersih. Udara bersih membuat kesehatan penduduk Jakarta membaik.
Pengeluaran untuk berobat berkurang dan berubah menjadi pengeluaran untuk kebutuhan tersier seperti bertamasya ke kota lain di Indonesia. Medan, Bali, Yogyakarta, Raja Ampat, Lombok, Makasar, Ambon, dan kota-kota lain akan mendapat limpahan rupiah dari orang-orang Jakarta yang mampu mengangkat perekonomian setempat. Siklus kebangkitan ekonomi seperti yang terjadi di Jakarta terjadi di seluruh kota di Indonesia.
Bagaimana dengan ketersediaan angkutan umum?
Bukankah pemerintah memiliki dana segar ratusan trilyun? Dengan uang yang tersedia pemerintah bisa membeli 1000 bus baru untuk memperpendek daftar tunggu Bus Trans Jakarta di setiap shelter. Membeli kereta api baru dan menambah rangkaian gerbong, membuat rel ganda merealisasikan jenis MRT lain. Juga membuat subway (stasiun kereta api bawah tanah).
Lalu bagaimana dengan daya angkut mobil angkutan umum seperti mikrolet, metromini, kopaja, dan lain-lain?
Tidak perlu dikhawatirkan!
Kalangan swasta selalu lebih gesit dan lebih pandai membaca peluang daripada pemerintah. Perusahaan akan langsung mengajukan pinjaman ke bank untk pengadaan armada baru. Melihat jumlah penumpang yang melimpah ruah pihak bank akan menilai bahwa bisnis ini sangat porspektif. Kalangan perbankan tidak akan ragu-ragu mengucurkan kredit. Perekonomian berputar kencang. Angka pengangguran dan kriminalitas rendah. Dengan pemasukan yang diterima, pemerintah mengangkat sedikit pengangguran yang tersisa dari kalangan berpendidikan rendah menjadi tenaga kebersihan.
Kota Jakarta menjadi kota dengan udara bersih, lingkungan bersih dan teratur, lalu lintas lancar, aman dari tindakan kriminalitas  dan harga barang lebih murah. Persyaratan yang diperlukan untuk menarik datangnya wisatawan. Turis mancanegara berbondong-bondong mengunjungi ibukota membawa masuk devisa. Kembali pemerintah mendapat pemasukan besar. Karena rakyat sudah makmur kini pemerintah tinggal memikirkan kebutuhan tersiernya, yaitu olahraga dan militer.
Dukungan dana yang melimpah membuat prestasi olahraga Indonesia kembali disegani. Supremasi bulu tangkis dunia kembali direbut. Proyek 8 tahun lolos Piala Dunia sepakbola digarap serius. Pada tahun 2022 untuk pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Dunia.
TNI membeli berbagai jenis peralatan tempur dengan prioritas produk dalam negeri. Jika belum mampu diproduksi sendiri di dalam negeri, peralatan tempur diimpor dengan disertai perjanjian transfer teknologi. Pada akhir tahun 2016 Indonesia sudah memiliki 500 jet tempur canggih, 1000 MBT (Main Battle Tank) modern, 400 kapal perang baru dan 10 kapal selam. Tahun 2018 Indonesia sudah meluncurkan roket sendiri untuk memasang satelit terbaru rancangan bersama ITB, ITS dan BPPT. Tahun 2020 PLTN terealisasi dan ketergantungan PLN terhadap BBM menurun drastis.  Negara tetangga tidak berani lagi sembarangan mendikte atau membuat konfrontasi dengan Indonesia. Indonesia kembali diperhitungkan di dunia internasional.
Lalu apakah semuanya bisa semudah itu?
Memang semudah itu jika semua berjalan normal. Yang membuat itu semua susah terwujud adalah adanya orang-orang yang mencari popularitas murahan untuk menarik hati rakyat, menghambat pengadaan bus baru demi segepok uang untuk kepentingan pribadi, mengutip pungli dengan mempersulit perizinan angkot baru, orang-orang yang takut kehilangan penghasilan dari pungli yang dikutip dari angkot yang keluar masuk terminal, makelar yang selalu mencuri-curi kesempatan untuk mendapat uang mudah. Juga adanya pejabat yang susah membubuhkan tanda tangan dengan alasan biar kelihatan berwibawa atau takut pihak lain memperoleh keuntungan. Gambaran sebuah pribadi tanpa jiwa pengabdian.
Lalu siapa yang bisa mengatasi semua ini?
Sangat mudah. Kita hanya perlu mencari seseorang yang memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin. Pemimpin yang memberi ketauladanan dalam sikap dan mampu menginspirasi anak buahnya untuk bekerja keras dan tidak tergiur pada segala sesuatu yang bersifat instan seperti uang mudah dan popularitas murahan. Bawahan tidak mesti harus hebat seperti pemimpinnya, tetapi cukup menjalankan apa yang menjadi tugasnya tanpa memperlambat apalagi menghambatnya dengan dalih atau kepentingan apapun.
Lalu kriteria pemimpin seperti apa yang harus kita pilih?
Kriterianya adalah:
a. Pekerja keras.
Artinya mau bekerja keras dan mengorbankan waktu demi kepentingan rakyat. Bukan mengutamakan kepentingan diri sendiri, keluarga, golongan atau partainya.
b. Tidak suka mengambil uang negara untuk keuntungan pribadi.
Artinya tidak pernah terlibat atau terindikasi terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dengan kasus korupsi.
c. Tidak menyukai birokrasi dan aturan protokoler berlebihan seperti penggunaan kendaraan pengawal.
Artinya dia mau ikut merasakan apa yang dirasakan rakyatnya. Merasakan sebalnya macet. Gerahnya udara jalanan yang panas. Muaknya merasakan berdesak-desakan setiap hari, dan lain-lain. Seorang pejabat yang selalu menggunakan pasukan pengawal kemanapun dia pergi itu karena hanya itulah satu-satunya hal yang bisa dia banggakan. Wibawa yang bisa dia tunjukkan adalah bahwa jika pergi dia menggunakan pengawalan untuk menunjukkan betapa pentingnya dia dan jabatan yang dia sandang.
d. Dekat dengan rakyat.
Artinya dia mau mendengar langsung dari mulut pertama apa saja permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Bukan melulu berdasarkan data Biro Pusat Statistik, laporan para menteri koalisi yang pasti merasa prestasi kementeriannya layak mendapat acungan jempol, bawahan yang ABS, dan lain-lain.
e. Tidak ragu-ragu mengambil keputusan demi kemaslahatan bersama.
Artinya bukan pemimpin yang takut reputasinya turun karena menaikkan harga BBM. Lebih-lebih para pemimpin dan anggota parpol bunglon yang pura-pura membela kepentingan rakyat dengan menentang penaikan harga BBM padahal maksud yang sebenarnya agar mereka dipilih pada pemilu berikutnya.
Sekarang semua tergantung Anda, tergantung kita. Kitalah yang harus menemukan dan memilih Pemimpin dengan kriteria seperti di atas.
Pertanyaannya adalah:
Menurut Anda siapakah "orang itu" ???

Selasa, 27 Maret 2012

Jokowi: Diamlah Kau ...

Sumpek sekali rasanya udara karena terlalu banyak suara berseliweran. Suara berbau kejumawaan, suara janji tanpa bukti atau tekad untuk menepatinya bergaung kesana-kemari membuat sesak kepala yang mendengarnya.
Rakyat sudah menutup telinga dan hati. Para pemimpin dan calon pemimpin terus mengobral janji manis, mengungkapkan prestasi kosong, menutupi cela dan aurat kegagalan.
Di masa yang lalu, susah sekali mencari orang yang berani bicara ...
Di masa kini, susah sekali mencari orang yang berani diam ...
Diam karena sibuk bekerja, bukan diam karena memang tidak bisa bicara ...
Maka aku sarankan kepada Pak Jokowi:
Lebih baik diam karena rakyat tidak lagi mau mendengar ...
Lebih baik terus bekerja karena rakyat hanya ingin melihat ...

Selasa, 28 Februari 2012

Pemicu Buruk & Pemicu Baik ...

Mungkin sudah sering kita dengar tentang kebaikan dari seseorang yang suka mengakui kelebihan orang lain dan kejelekan seseorang yang suka mencari-cari kekurangan orang lain. Tetapi kadang-kadang kita masih kurang mengerti mengapa kehidupan orang pertama yang bijak selalu meningkat ke arah yang lebih baik, sedangkan kehidupan orang kedua yang picik cenderung stagnan bahkan semakin susah.
Setelah saya renungkan, saya menemukan satu sebab yang mungkin bisa menjawabnya.
Yang pertama untuk si Bijak. Sesuai dengan sikapnya yang sportif seseorang yang punya sikap bijak selalu mengagumi dan menghormati prestasi yang dicapai oleh orang lain. Karena hatinya yang ikhlas maka dia tidak menjadi iri karenanya, tapi justru menjadi pemicu semangat untuk meniru prestasi orang lain yang dikaguminya. Jadi jenis orang yang pertama ini secara tidak sengaja atau boleh dibilang otomatis selalu memiliki cita-cita atau tujuan hidup yang tinggi di depan mata. Ini akan membuat standar hidupnya meningkat.
Lain halnya dengan kehidupan seseorang yang memiliki sikap picik yang dalam kehidupan kesehariannya sering diwarnai dengan kegiatan mencari-cari kekurangan orang lain. Tidak mau meilhat orang lain punya kelebihan. Kalau bisa malah akan memejamkan matanya. Orang semacam ini kehidupannya akan stagnan karena apa yang dilihatnya atau apa yang ingin dilihatnya setiap hari adalah sesuatu yang sifatnya negatif. Sesuatu yang membuat dia tenang karena masih ada orang lain yang nasibnya dibawah atau setidak-tidaknya hanya beda-beda tipis dengan kehidupan dirinya. Dengan demikian semangat untuk meningkatkan taraf hidupnya akan menjadi rendah sebab setiap saat dia selalu meilihat sesuatu yang bernilai rendah yang membuat alam bawah sadarnya tanpa terasa membuatnya menjadi standar tujuan hidupnya.
.
Wallahu 'alam bishawab ...

Jumat, 17 Februari 2012

Mengapa Tragedi Tugu Tani Begitu Merisaukan Kita ...




13294505801533557872
.
Banyak sekali kecelakaan terjadi di Indonesia. Beberapa kejadian menimbulkan korban jiwa sampai puluhan orang. Contoh terbaru adalah tragedi bus maut Cisarua yang menewaskan 14 orang. Bukan artinya mengecilkan kejadian tersebut, tetapi yang sudah-sudah berita-berita seperti itu kita baca, prihatin sebentar dan 2-3 hari kemudian kita lupakan.
Tetapi kenapa itu tidak terjadi pada kecelakaan yang terjadi di Tugu Tani? Mengapa kecelakaan yang satu ini mendapat perlakuan lain dari masyarakat?
Penyebabnya adalah pada bertemunya beberapa momentum dalam satu kejadian. Ibarat bom, Tragedi Tugu Tani adalah racikan bom sempurna dari berbagai unsur yang akan menghasilkan daya ledak maksimal. Kecelakaan Tugu Tani adalah kejadian langka seperti gerhana matahari total. Peristiwa gerhana matahari memerlukan kondisi langka berupa terjadinya posisi matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus.
Ini juga yang terjadi pada peristiwa Tragedi Tugu Tani. Coba kita lihat semua pihak / hal yang terlibat dalam kecelakaan maut itu.
1. Sopir : Dalam kasus ini sopir adalah seseorang yang diduga baru saja melakukan tindakan kriminal berupa pesta sabu-sabu.
2. Reaksi sopir : Sopir memberikan reaksi yang sangat tidak simpati. Bukannya tampak sedih menyesali tragedi itu tetapi malahan marah-marah menyalahkan orang sekitar dan masih sempat bbm-an.
3. Kendaraan : Dari hasil pemeriksaan polisi kondisi kendaraan yang digunakan dalam keadaan laik jalan. Kenyataannya sopir tidak memiliki SIM dan mobilnyapun tidak dilengkapi STNK.
4. Korban : Korban kebanyakan adalah anak-anak. Siapapun akan langsung ikut bersedih dan terbayang jika anak mereka ikut menjadi korban. Empati masyarakat langsung terbangun.
5. Kegiatan : Kegiatan yang sedang dilakukan oleh para korban adalah hal-hal positif yang seharusnya tidak mendatangkan potensi bahaya. Apalagi sampai berujung maut. Seperti kita ketahui dari media bahwa para korban sebagian ada yang sedang bertamasya dan sebagian lagi akan bermain futsal.
6. Lokasi : Lokasi kejadian terjadi di tempat yang secara teori kemungkinannya kecil sebagai tempat kecelakaan maut. Jalan Ridwan Rais sehari-hari adalah jalan yang sangat padat. Rupanya masa liburan yang cukup panjang membuat jalanan ibukota sepi sehingga seorang sopir yang tengah dalam pengaruh narkoba dapat melaju kencang.
Keenam kejadian itu membuat masyarakat marah. Karena dalam peristiwa tersebut tidak ada hal positif dari pihak penabrak dan tidak ada satupun hal yang sifatnya negatif berasal dari para korban. Boleh di kata kecelakaan itu 100% murni kesalahan sopir.
Emosi masyarakat tidak akan luar biasa jika saja keenam unsur tersebut tidak terpenuhi salah satunya.
Misalnya:
1. Sopir: Sopir ternyata baru pulang dari kegiatan keagamaan atau berolahraga atau dia adalah seorang sopir yang sedang mencari nafkah.
2. Reaksi sopir : Sopir setelah kejadian kemudian kelihatan trauma dan menangis menyesali kejadian.
3. Kendaraan : Sopir sudah dilengkapi surat menyurat dan kecelakaan terjadi karena kesalahan kendaraan. Misalnya pecah ban/rem blong.
4/5. Korban : Korban adalah orang-orang yang sedang kebut-kebutan dengan sepeda motor atau orang sedang tawuran.
6. Lokasi : Kejadian terjadi di daerah yang rawan kecelakaan seperti jalanan yang terjal, jalanan rusak, dan lain-lain.
Jadi kesimpulannya adalah : Tragedi Tugu Tani merupakan "Kejadian Yang Salah, Oleh Orang Yang Salah, Pada Waktu Yang Salah, Di Tempat Yang Salah" ...
.
Wallahu A'lam Bishawab ...



Senin, 23 Januari 2012

Kalender Dewan Rakyat 2012 ...

Apalagi yang bisa dilakukan oleh seorang atasan kepada wakilnya yang selalu melakukan kesalahan selain menjatuhkan sanksi.
Apa kurang sabarnya rakyat Indonesia menghadapi kelakuan para wakilnya. Harga jembatan rakyat yang rusak ternyata hanya kurang lebih 600 juta sebiji. Masih kalah sama anggaran pengadaan kalender 2012  mereka.
Ya benar ! Harga membuat penanggalan yang bisa kita dapatkan secara gratis dengan fungsi yang sama di toko-toko itu nyatanya lebih dari dua kali lipat harga jembatan rusak yang setiap saat bisa membahayakan nyawa anak-anak bangsa. Itu belum termasuk anggaran untuk renovasi ruang badan anggaran sebesar 20 milyar di mana di dalamnya terdapat kursi fenomenal dengan harga 24 juta per biji !
Hilang sudah kesabaran rakyat Indonesia. Mereka memutuskan untuk menyita kursi-kursi DPR untuk dijadikan jembatan rakyat.
Tak lupa rakyat mengabadikan momen ini dengan membuat sebuah kalender ...
.


13273333421365305387

.
Tapi sekali lagi sebagai atasan yang baik, mereka tetap memikirkan fasilitas untuk wakil-wakilnya.
Kursi tetap akan dibelikan !
Harga tetap 24 juta. Tetapi tidak boleh lagi ada mark up harga di sini.
Tetapi setelah mencari ke seluruh dunia, ternyata hanya ada 1 jenis kursi yang harganya mencapai 24 juta per biji. Dan rakyat Indonesia menyatakan bahwa ini sangat cocok untuk meningkatkan kinerja para wakilnya.
Satu-satunya jenis kursi dengan spesifikasi harga 24 juta/unit yang cocok digunakan oleh para wakil rakyat untuk menunjang kinerja mereka adalah: 

KURSI LISTRIK !!!

132733339547678340


.