Senin, 28 November 2011

Bangsa Ahli Ngantri ...


13224081411036724304
Banyak yang bilang kalau bangsa Indonesia tidak mengenal budaya ngantri. Semua maunya didahulukan dalam segala urusan. Tapi fakta itu terus-menerus terbantah oleh kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan.
Dan akhirnya terbukti bahwa kita adalah bangsa yang suka mengantri. Asalkan mendapat keuntungan secara materi, banyak orang Indonesia rela mengantri. Walaupun mengantri dengan kacau balau. Melupakan logika dan rasa malu. Logika bahwa apa yang ingin diraih itu sebenarnya bukan sesuatu yang sangat penting. Malu karena ternyata sebagian dari  kita sama saja rakusnya dengan para penguasa yang biasa kita kecam.
Inilah keadaan negeri ini.
Yang miskin ngantri terima zakat.
Yang mampu ngantri barang diskonan.
Yang sedang berkuasa ngantri menjadi makelar proyek.
Dan yang sudah mendapat proyek ngantri masuk LP Cipinang.
Dari semua pengantri itu, mungkin hanya yang pertama saja yang layak dan pantas melakukannya. Itupun harus menjadi perhatian dari pemerintah dan orang-orang mampu agar antrian orang miskin yang mengantri untuk mendapatkan zakat nantinya tidak ada lagi. Bukan karena tidak ada lagi orang yang membagikan zakat, tetapi karena tidak ada lagi orang miskin yang berhak mendapatkan zakat.
Mari gunakan logika dan rasa malu kita. Janganlah kita suka mengecam orang-orang yang suka memburu harta dunia tetapi ternyata kita juga kehilangan akal sehat kita ketika harus menghadapi iming-iming keuntungan materi. Yang ironisnya sebenarnya tidak terlalu bermanfaat buat kehidupan kita dan malahan menjadi bahan tertawaan orang lain.
.
Wallahu ‘Alam Bishawab …

Tidak ada komentar: