Senin, 18 Juli 2011

Kripyik/Unther ...


Kripyik atau unther adalah Bahasa Wonosobo-nya untuk judi rolet. Yaitu judi yang menggunakan media semacam piringan bernomor dan jarum penunjuk dari paku. Pemasang menaruh duit di angka di papan. Yang angka pasangannya pas dengan jarum penunjuk pada saat piringan yang berputar berhenti akan memenangkan hadiah. Jaman itu operasi dari polisi belum segencar sekarang. Ada istilah kuda untuk memasang angka dobel yang jejer. Ada istilah mrapat untuk masang di empat angka sekaligus.

Karena masa kecil saya di terminal, makanya di sekitar rumah saya sering ada judi jenis ini. Saya senang datang dan melihat arena judi. Bahkan saya kadang-kadang minta duit sama ibu. Ngakunya buat jajan, padahal mau buat pasang judi.
Tetapi berbeda dengan teman-teman yang lain, waktu itu saya sudah bisa mengendalikan nafsu judi saya. Kalo teman-teman yang lain pasang judi ini biasanya pasti kalah soalnya waktu menang mereka ga mau berhenti. Malah terus main dan berharap menang lebih besar. Dan akhirnya duit mereka habis. Saudara saya yang namanya Kuat bahkan pernah menang besar sampai-sampai duitnya dibungkus sarung, tapi karena waktu kusuruh pulang dia gak mau, akhirnya duitnya ludes lagi. Ini berbeda dengan saya. Kalo saya main kripyik hampir pasti menang, soalnya jika saya dapat saya langsung pergi dan main ke pasar malam. Biasanya duitnya kupakai buat beli mainan. Mungkin kalo para pemasang judi bisa mengendalikan diri seperti saya, kebanyakan bandar bisa bangkrut ya ...

Tidak ada komentar: