Senin, 23 Mei 2011

Upacara

Ini terjadi pada waktu saya kelas 1 SMP di SMP 2 Purworejo. Saya dan teman saya Fajar termasuk anak yang senang banget bergurau. Di mana saja berada kami berdua selalu ribut bergurau.Kebiasaan itu rupanya terbawa sampai ke kegiatan yang seharusnya kami berdua diam dan tertib.
Suatu Senin saat upacara bendera di sekolah, kami memilih tempat favorit kami, yaitu barisan paling belakang. Dan seperti biasanya, dalam upacara itu kamipun mulai bergurau. Walaupun dengan berbisik-bisik dan sedikit gerakan-gerakan yang tidak perlu. Rupanya gerak-gerik kami ada yang mengamati. Salah seorang guru kami, yaitu Pak Jok sudah memantau dengan seksama ulah kami.
Kelihatannya beliau sudah mempersiapkan strategi khusus ketika mendekati kami. Buktinya radar kami tidak sempat menangkap sinyal kehadiran beliau.
Dan saat kami asyik berbual-bual, tiba-tiba kerah baju belakang kami ada yang menarik.
Dan ... Klethek ... klethek ... klethek ...
Baju kami di bagian punggung diisi dengan bebatuan oleh beliau. Kamipun hanya pasrah menerimanya walaupun punggung ini terasa berat memikul beban yang harus kami tanggung. Terutama beban malu karena diketawain teman-teman yang lain.
Maafkan kami ya Pak Jok. Biasanya kami patuh dan kalem kok ...

4 komentar:

Anonim mengatakan...

salut pak boss, sih kelingan ae sampeyan....
aku malah wis lali je... :(

WK-Wonosobo mengatakan...

Kayaknya ini komentar pelaku utama ya ?

Anonim mengatakan...

hehehe.....
bukan pelaku utama pak boss, tapi pemeran pembantu....
yak klopo kabare ? tahes ta ?
lebaran taun iki mulih wonosobo pora ?
aku insya Allah mudik. ketemuan piye ???

WK-Wonosobo mengatakan...

Sorry. Lagi giliran ke mertua cak. Tahun genap soalnya ...