Senin, 04 Juli 2011

Jepretan Tikus ...


Satu lagi sesuatu yang kelihatan mustahil dalam hubungannya dengan dunia pertikusan.
Suatu hari saya dibilangin oleh Kuat. Dia sebenarnya masih terhitung kakek saya. Tetapi karena umurnya terpaut tidak terlalu jauh maka kami sudah seperti teman saja. Dia bilang bahwa tadi malam pada saat saya tidak ikut berburu tikus (karena nonton wayang kulit), dia dapat dua ekor tikus dalam sekali jepretan (Ingat ! Jebakan tikus jepretan. Bukan yang kurungan). Walaupun kata dia tikusnya masih kecil-kecil. Saya tidak terlalu percaya. Saya pikir dia hanya mengarang atau berbohong saja.
Kemudian pada malam harinya aku kembali ikut berburu. Ya memang waktu itu musim berburu sudah tiba karena populasi tikus di toko sudah terlalu padat. Aku, Kuat sama Sarno bergantian memasang jepretan. Sebentar saja kami tinggalkan sudah terdengar suara: " Jreet !!!". Kalo sudah ada suara itu hampir pasti kami akan mendapatkan tikus. Berulang-ulang kami mendapat tikus. Sudah puluhan jumlahnya. Malam itu juga aku dapat pengalaman cukup unik. Setelah giliranku pasang jebakan dan beberapa waktu kemudian terdengar kembali suara: "Jreet !!!".
Langsung aku bangkit dari kubur  tempat tidur dan berlari mendatangi lokasi jebakan. Waktu lampu aku hidupkan aku baru tahu bahwa Kuat tidak berbohong. Cerita dia pernah dapat dua ekor tikus sekaligus memang mungkin terjadi. Bahkan malam ini aku mengalami yang lebih hebat lagi. Aku dapat 3 ekor tikus sekaligus. Tetapi hanya dua yang terjepit. Yang satu sudah mati di sebelah jebakan dengan kepala berdarah. Sepertinya kepalanya terpukul kawat penjepit yang bertenaga pegas.
Luar biasa sekali bukan. Sekali pukul dengan jepretan tikus dapat tiga ekor.
Setelah kejadian itu aku berpikir dan berusaha memecahkan teori kenapa tiga ekor tikus dapat sekaligus kena dalam satu jepretan. Secara teori jebakan yang berbentuk penjepit hanya mungkin memperoleh 1 ekor tikus sekali jepret.
Akhirnya aku menemukan kemungkinan jawabannya. Sama dengan dalam kasus yang dialami saudara saya. Tiga ekor tikus yang aku peroleh juga ukurannya kecil-kecil. Di ukuran tubuh inilah jawaban teka-tekinya. Rupanya berat tubuh seekor tikus kecil pada saat memakan umpan belum mampu melepaskan batangan penahan jebakan tikus. Baru setelah ada teman-temannya mengerubuti umpan, papan umpan yang berfungsi menahan batangan penahan jepitan lepas dan menjepit tikus-tikus itu. Dalam kasus saudara saya berat 2 ekor tikus sudah bisa membuka penahan jebakan. Sedangkan dalam kasus saya jebakan baru terbuka setelah ditindih oleh 3 ekor tikus.
Case Closed ...

2 komentar:

PartaWinata Blog mengatakan...

Luar bisa, pengamatan yang cermat gan...

Memang menjengkelkan hama tikus itu.

WK-Wonosobo mengatakan...

Saya memang cukup ahli berburu tikus kang. Saking seringnya berinteraksi.
Tak selamanya saya menang.
Pernah saya juga dimakan oleh tikus. Yaitu bagian ujung jari kalo berangkat tidur tanpa cuci tangan ...