Minggu, 26 Juni 2011

Jenang Saren



Jenang saren adalah jenang yang bercita-rasa sangat khas. Tidak semua anak/orang menyukainya. Rasanya yang pedas membuat orang-orang yang menyukainya menjadi ketagihan untuk mencicipinya lagi.
Ke-khasan jenang saren tidak melulu pada cita rasanya saja. Tetapi juga dalam hal bahan pewarna yang digunakan. Agar warnanya menjadi hitam elegan, pewarna yang digunakan adalah warna hitam dari perasan abu merang.
Warna hitam yang berasal dari abu merang dipadukan dengan siraman putihnya santan membuat warnanya begitu anggun dan menggugah selera.

Bahan:
  • 1/2 kg gr tepung ketan
  • 1 liter air
  • 1/2 ons abu merang, diayak hingga halus
  • 300 gr gula jawa
  • 4 cm jahe, memarkan
  • 5 butir cengkeh
  • daun pisang (untuk alas)
  • 1/2 liter santan dari 1 butir kelapa
  • 1 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
Cara membuat:
  • Cairkan tepung ketan dengan setengah bagian air, sisihkan.
  • Sisa air yang tinggal dipakai untuk mencairkan abu merang, lalu saring.
  • Ambil hasil saringan ubtuk pewarna dan buang ampasnya.
  • Didihkan cairan hasil saringan abu merang bersama gula jawa, jahe dan cengkeh, lalu tuangkan larutan tepung ketan ke dalamnya. Aduk sampai kental.
  • Masukkan ke dalam wadah yang sudah dialasi daun pisang dan diamkan sampai dingin dan mengeras.
  • Sebagai bumbu tambahan, masak santan, garam, dan daun pandan sekaligus sampai mendidih. Kecilkan api dan masak terus sampai santan kental dan berminyak,
  • Potong-potong kue yang sudah dingin sesuai selera.
  • Hidangkan dengan menuangkan santan di atasnya.

3 komentar:

kae kae mengatakan...

Kiye sing mbener wae, beras ketan pa beras biasa.
Nyong nganggo beras ketan dadi alot kae njuk untune katut ka....

WK-Wonosobo mengatakan...

Jenang saren pancen ora cocok nggo sing nganggo untu palsu ...

Anonim mengatakan...

Tepung beras biasa.nek ketan dadi pepes isi nten2