Setiap malam 1 Suro, di Wonosobo ada satu tempat pariwisata yang sangat ramai dikunjungi orang. Tempat itu dinamai Surodilogo. Terletak di lereng gunung Sindoro. Di tempat ini terdapat semacam sendang/mata air yang memiliki mitos bahwa barang siapa yang cuci muka atau mandi di sendang itu pada malam 1 Suro, maka dia akan kelihatan awet muda.
Rabu, 18 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
JANGAN RESE !!!
Kalau orang Jakarta diteriaki : "JANGAN RESE !!!", bisa-bisa mereka akan marah-marah ...
Kalau orang Wonosobo diteriaki : "JANGAN RESE !!!", bisa-bisa mereka malah mendekat sambil bawa piring ...
Jangan = Bahasa Wonosobo yang artinya sayur.
Rese = Bahasa Wonosobo yang artinya ikan asin.
Jangan rese = Sayur ikan asin.
Kalau orang Wonosobo diteriaki : "JANGAN RESE !!!", bisa-bisa mereka malah mendekat sambil bawa piring ...
Jangan = Bahasa Wonosobo yang artinya sayur.
Rese = Bahasa Wonosobo yang artinya ikan asin.
Jangan rese = Sayur ikan asin.
Penantian Tiada Akhir
Sejak kecil saya adalah orang yang menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan ikan (unjar kalo orang Wonosobo bilang). Dari mulai mencari, mbeteti (menyiangi), memelihara, memasak maupun memakannya semuanya saya senang.
Segala tehnik mencari ikan sepertinya pernah saya lakukan. Dari mulai memancing, nggogoh, ndudul, njegog, mirik, nyeser, njolo/njaring, motas/meracun, nyetrum, ngebom, njenu, mretos, ndudang, nawu, mbacok, ngobor, pokoknya segala tehnik menangkap ikan dech. Kalo sekarang sich saya sangat menentang tehnik penangkapan ikan yang dilarang oleh pemerintah karena mengancam kelestarian lingkungan.
Sabtu, 14 Mei 2011
NDOG CECEK ASLI
Saat kecil (seingat saya waktu itu saya belum sekolah) saya tinggal di warung dekat terminal. Di belakang warung ada sungai. Antara warung dengan sungai dibatasi dengan pagar kawat yang disangga dengan tiang beton. Di tiap tiang beton itu ada lubang-lubang kecil yang saya tidak tahu apa fungsinya tetapi biasa dimanfaatkan menjadi sarang cicak.
Selasa, 10 Mei 2011
Mupu Laron
Mungkin sekarang laron lebih banyak dianggap sebagai serangga pengganggu saja. Padahal pada era keemasannya, laron menduduki tempat terhormat di kalangan anak-anak.
Laron merupakan serangga multifungsi. Dikelola oleh tiga badan sekaligus. Yaitu Departemen Pariwisata karena merupakan permainan dan hiburan gratis buat anak-anak, dikelola BPOM karena ada yang membuatnya menjadi sayur untuk lauk makan ( hiyyyy ... Kalo saya sich mending cumi-cumi goreng tepung dah ...) dan Departemen Pertanian mengurusinya sebagai pakan ternak (poultry) untuk ayam..
Mencari lubang laron merupakan permainan yang sangat mengasyikkan. Apalagi kalau lubang yang ditemukan mengeluarkan laron paling banyak (mbrubuli), sungguh merupakan suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri.
Tidak peduli pada saat merawat lubang laron jari-jari tangan digigit rayap atau bahkan gonteng sekalipun. Salah satu teknik mengundang laron keluar dari sarangnya adalah dengan menusuk salah satu laron dengan lidi dan ditancapkan di depan liangnya. Untuk pawitan katanya. Kalo sekarang saya tidak mau melakukanya. Kasihan sich. Salah satu perilaku laron yang khas adalah mereka suka bergandengan seperti kereta api bila sayapnya sudah brundul. Saya sendiri sampai sekarang tidak tahu kenapa mereka melakukan itu ...
Kamis, 05 Mei 2011
Cuti Dulu
Cuti dulu ya temen-temen ...
William-Kate-ku juga mau nikah nich ...
Ketemu seminggu lagi yach ...
William-Kate-ku juga mau nikah nich ...
Ketemu seminggu lagi yach ...
Dengerin Intonasi Bu Guru
Waktu kelas 3 dan kelas 4 SD saya punya seorang Ibu Guru yang sangat saya sayangi. Beliau orangnya sangat penyabar dalam mengajari anak didiknya.
Dulu saya termasuk anak yang pandai di kelas. Saya bahkan meraih peringkat paling timggi di kelas.
Rabu, 04 Mei 2011
9 x 9 = 81
Waktu kelas 1 sampai dengan kelas 2 SD, sebelum pulang guru kami biasa memberikan soal matematika berupa perkalian. Siapa yang bisa menjawab dengan cepat dan benar, dia boleh pulang duluan. Berbagai cara dilakukan oleh anak-anak agar bisa menjawab dan bisa cepat pulang. Kebanyakan dari mereka mengatasinya dengan membeli pensil atau buku yang ada daftar perkalian dan hasilnya.
Selasa, 03 Mei 2011
Persis !!!
Dulu waktu kelas 2 SMA (Tahun 1990) saya kos di Kalierang (ndeso).
Suatu saat bapak kos saya perlu menghubungi temannya di Jakarta untuk suatu urusan. Beliau menyuruh saya dan anaknya yang kebetulan adalah juga teman saya seangkatan.
Saat itulah untuk pertama kami berdua akan bersentuhan dengan peralatan berbau hi-tech, yaitu pesawat telepon. Kami berdua nervous sekali. Mungkin seperti inilah rasanya para astronot yang hendak terbang ke orbit.
Senin, 02 Mei 2011
Jamur Payung
Walaupun jamur payung sebenarnya tidak masuk ke keluarga buah-buahan, tetapi saya rasa jamur payung sangat layak untuk mendapatkan kehormatan ditempatkan sejajar dengan buah-buahan jaman mbiyen.
Why ? Kenapa ? Kenang Opo ?
Karena saat menemukan/memperolehnya menimbulkan sensasi yang mampu menandingi bahkan melebihi buah-buahan. Kalau buah-buahan lain masih bisa diburu, maka jamur payung hanya bisa ditemukan oleh "Dia Yang Terpilih". Jaman dulu hanya orang-orang khusus dengan keberuntungan tinggi yang bisa memperolehnya.
Jamur payung tidak akan bisa ditemukan dengan usaha pencarian sekeras apapun. Karena pada hakekatnya bukan kita yang akan menemukan benda ini, tetapi benda inilah yang akan menemukan kita.
Keberuntungan yang diperlukan tidak hanya keberuntungan untuk melewati tempat mereka biasa tumbuh. Tapi juga harus dilengkapi keberuntungan sebagai siapa yang pertama melihat dan siapa yang posisinya paling dekat. Karena di dunia anak-anak, berlaku hukum tidak tertulis/konvensi bahwa siapa yang lebih dahulu melihat atau posisinya paling dekat, maka dialah pemilik sah dari sang jamur. Semua harus mengakui bahwa dia adalah "YANG TERPILIH" ...
Langganan:
Postingan (Atom)
